Perih

Bunga itu pernah mekar
Tapi tak bisa dimiliki
Bunga itu memilih seekor ulat tuk memakannya ketibang tuk dirawat
Cuma duri-durinya saja yang tersisa bagiku

Sekeras apapun akal tuk bertahan, tapi hati tetap saja lapuk
Ia bagaikan godaan, tapi tak mempan dengan ta’awudz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: