Cinta dari pandangan kimiawi


Pernah merasakan jatuh cinta? Yah, setiap manusia secara fitrah pasti memiliki cinta, punya hak mencintai dan dicintai. Saat Anda baru saja berkenalan dengan seorang yang istimewa, jantung terasa bedebar-debar gitu, tangan berkeringat, perut terasa geli demikian juga seluruh tubuh Anda. Anda merasa meleleh bila melihat orang yang Anda cintai.

Berhari-hari Anda tidak makan (lebay sih) tapi Anda tidak pernah merasa sesehat itu, bahkan demam Anda pun sembuh.
Bukti syaraf menunjukan bahwa fenomena ‘jatuh cinta’ merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam otak yang mengakibatkan reaksi pada rohani dan jasmani. Diperkirakan ada 100 juta syaraf yang menyusun jejaring komunitas otak. Candace Pert, penulis buku Moleculs of Emotion (Molekul Emosi 1999), mengawali penelitian yang menemukan neuropeptida, yaitu rangkaian asam amino yag mengambang di seputar tubuh dna menempelkan diri pada penerima yag menyambutnya.

Sejauh ini, 60 neutropeptida yang berbeda telah ditemukan dan mereka merupakan pemicu reaksi perasaan di dalam tubuh ketika merasa saling berhubungan dengan penerima. Dengan kata lain, segala perasaan kita, baik itu rasa cinta, duka, gembira dan segalanya adalah hasil dari reaksi biokimia.

Seorang ilmuwan Inggris, Francis Crick dan teman sejawatnya memengankan Penghargaan Nobel bidang Kedokteran karna telah memecahkan kode DNA yang menegaskan gen-gen. ia membuat kagum dunia kedokteran dengan mengatakan, “Anda kegembiaraan, kesedihan, kesenangan,ambisi, rasa jati diri, keinginan dna cinta Anda, tidak lebih dari prilaku dari sebuah kumpulan sel-sel syaraf yang luar.”

Kimiawi utama yang memberikan Anda perasaan jasmani yang menggembirakan karena sedang jatuh cinta itu disebut PEA (phenyiethylamine) yang dihubungkan denga amphethamine dan ditemukan juga di cokelat. Ini adalah salah satu dari kimiawi yag membuat jantung Anda berdebar, tangan Anda berkeringat, manic mata membesar dna membuat ada rasa geli dalam perut Anda. Adrenalin juga dilepas sehingga mempercepat detak jantung, membuat Anda waspada dan membantu Anda merasa nyaman. Selain itu ada juga endorphin yang membentuk sistem pertahanan tubuh Anda sehingga demam Anda ketika itu menjadi sembuh.

Segala reaksi kimiawi yang positif ini menjelaskan mengapa orang-orang yang sedang jatuh cinta memiliki kesehatan yang lebih baik dna jauh lebih jarang menderita sakit dibandingkan dengan yang tidak jatuh cinta. Jatuh cinta baik juga untuk kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: