Puasa Sebagai Proses Metramorfosis

 يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 
(Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana 
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu) di antara umat manusia 
(agar kamu bertakwa) maksudnya menjaga diri dari maksiat, karena puasa itu
 dapat membendung syahwat yang menjadi pangkal sumber kemaksiatan itu 
(Tafsir Jalalain Al-Baqarah : 183)

Manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang menjalani puasa. Semua
makhluk dibumi ini menjalani suatu fase dimana mereka berpuasa walaupun
mereka sedang berada pada lingkungan yang penuh dengan makanan : binatang
darat, burung, ikan, serangga, semuanya berpuasa : malah tumbuh-tumbuhan pun
berpuasa.

 
Ada binatang yang tetap tinggal disarangnya berhari-hari, malah
berbulan-bulan tidak bergerak dan tidak makan.

Demikian pula ada jenis burung yang tetap tinggal disarangnya tanpa makan
pada musim-musim tertentu setiap tahun. Seperti burung Elang dan Enggang
sewaktu bertelur, mengerami telur itu dan sewaktu menjaga anaknya.
Diantara jenis ikan ada yang membenamkan dirinya didasar laut atau sungai
untuk jangka waktu tertentu tanpa makan. Bahkan ikan Mujair, kalau sedang
beranak dia memelihara dan menjaga anaknya dengan menyimpan anak itu didalam
mulutnya, sampai anak itu bisa berdiri sendiri. Dalam melindungi anak itu,
Mujair berpuasa, walaupun didepan mulutnya ada makan, ditahannya seleranya,
dia berpuasa.

Seranggapun menjalani suatu fase kehidupan, dimana mereka berkumpul dan
berpuasa.

Sesudah menjalankan puasa makhluk-makhluk ini muncul kembali dengan
kegiatan yang lebih dinamis dan segar dan menarik, dan mulailah mereka
berkawin dan bernyanyi. Seranggapun keluar dari sarangnya, makan dengan
lahap dan berkembang biak dengan cepat.
Sekiranya mahkhluk diatas, yang hidup dengan naluri, dimana puasanya dapat
dipandang sebagai suatu gejala fisiologi dan respon terhadap faktor-faktor
alam baginya adalah suatu keharusan hidup dan menimbulkan kesehatan serta
kegairahan.

Satu kali saya menyaksikan ular bertukar kulit, ditinggalkannya kulit yang
lama, yang sudah buruk, sudah rapuh, sudah kabur tidak bercahaya lagi dan
tidak segar, sudah hilang warna-warninya. Lalu dipakainya kulitnya yang
baru, berkilat, bercahaya, berwarna, berlendir, muda dan awet. Kelihatan
ularnya lebih cakap, lebih muda, dan geraknya lebih lincah. Kesana-kemari
dia bergerak dengan gesitnya, mencari mangsa dan tampak lebih kuat. Waktu
saya tanya ahlinya, ternyata ular itu bisa bertukar kulit, karena dia
berpuasa. Ditahannya dirinya, walaupun di depan matanya melintas kodok, ayam
dan burung, namun ular itu tetap saja diam dan tenang, karena dia berpuasa
dan dia yakin setelah berpuasa dia keluar menjadi makhluk yang lebih berguna
dan lebih sehat serta kuat. Tidak mungkin ular bisa bertukar kulit kalau dia
tergoda lalu menyantap makanan yang lewat.

Manusia pun demikian, dia membutuhkan puasa persis seperti kebutuhan
manusia terhadap makanan, udara atau bernafas, gerak dan tidur. Setiap
makhluk hidup jika tidak diberi kesempatan untuk tidur, bergerak, maka
tubuhnya akan menderita bermacam-macam penyakit. Demikian pula sekiranya ia
tidak menjalankan puasa, maka tubuhnya akan diserang oleh bermacam-macam
penyakit. Apa yang berlaku terhadap binatang ini jelas berlaku pula terhadap
manusia.

Puasa menyebabkan pembaruan dan penyegaran jaringan tubuh, terutama
kelenjer hormon. Semua ini menjelaskan kepada kita, kenapa binatang, burung
dan caving lebih aktif dan cepat berkembang sesudah melewati masa-masa
berpuasa.

Puasa melatih kemauan dan pengendalian diri sejak dari masa kanak-kanak.
Anak-anak yang melihat makanan dihadapannya dan berkeinginan memakannya
tetapi dia dapat menahan diri baik terang-terangan maupun dalam keadaan
sembunyi maka kanak-kanak ini akan menjadi manusia yang mempunyai daya tahan
yang tinggi dan kemauan yang keras.

Puasa mengajarkan sabar, dia mampu bersabar menolak panggilan perutnya.
Orang berpuasa adalah orang yang sabar menghadapi problema dan tekanan
hidup.

Lihatlah kupu-kupu pelajaran apa yang dapat kita petik darinya ? Kupu-kupu
sayapnya indah berwarna-warni, kumisnya bagus badannya ramping, jelas mana
yang pinggang dan mana yang leher. Semua orang menyayanginya dan
menyanyikannya. Kupu-kupu yang lucu, kemana engkau terbang, hilir mudik
mencari bunga-bunga nan kembang. Kedatangannya diharapkan oleh bunga, karena
kalau dia hinggap pada bunga dia dapat mengawinkan bunga-bunga itu. Bukan
hanya bunga, semua orang sampai anak-anak pun menyayanginya.

Bentuknya indah perangainya pun baik, dia hanya mau hinggap ditempat-tempat
yang indah, pada sari-sari bunga yang dimakannya pun juga yang baik-baik,
dia selalu memakan madu dan sari-sari bunga, tidak mau dia hinggap ditempat
yang kotor atau memakan makanan yang kotor, walaupun dipaksa dia tak akan
mau makan makanan yang kotor, lalu timbul pertanyaan, kenapa kupu-kupu itu
bentuknya indah dan perangainya baik. Padahal semua orang tahu burung-burung
pun tahu bahwa kupu-kupu berasal dari ulat. Ulat yang bentuknya buruk dan
memakan makanan yang buruk serta perangainya juga buruk. Semua orang jijik
melihatnya. Kalau dia hinggap se sebuah daun maka daun itu pun akan hancur
dan rusak, semua dimakannya tidak peduli apakah itu baik atau kotor.
Lalu kenapa ulat yang buruk rupa dan buruk perangainya itu dapat berubah
menjadi kupu-kupu yang indah ? Jawabannya hanya satu, ialah karena ulat itu
berpuasa, puasalah yang merubahnya dan membentuk dirinya menjadi kupu-kupu.
Begitu datang perintah Tuhan, Hai ulat diwajibkan atasmu berpuasa
sebagaimana diwajibkan pada ulat-ulat yang sebelum kamu agar kamu bisa
menjadi kupu-kupu.

Maka dijawab langsung oleh ulat, Sami'na wa ataa'na. Sewaktu mendengar
perintah itu, maka serakus-rakusnya ulat, setamak-tamaknya ulat, dia
langsung berpuasa. Dibungkusnya badannya dengan sehelai daun dia berpuasa
didalam kepompong. Di dalam kepompong ulat itu tidak kena air, tidak kena
cahaya, tidak kena angin, dia tidak makan dan tidak minum selama lebih
kurang 20 hari, dengan suatu harapan setelah selesai tugasnya berpuasa dia
akan langsung jadi kupu-kupu.

Lalu ada orang yang merasa tidak sehat dan sakit-sakitan waktu berpuasa
dimana salahnya ?

Agaknya karena dia belum mengamalkan satu ayat suci Tuhan dalam firmannya
dalam surat AL-JUMU'AH ayat 10 : "Apabila telah ditunaikan Shalat, maka
bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah banyak-banyak
supaya kamu beruntung".

Jelas sekali perintah Tuhan, sesudah menunaikan Shalat untuk bertebaran
dimuka bumi, beramal dan berusaha. Tapi kebanyakkan manusia selesai
menunaikan makan Shalat subuh kemudian tidur lagi apa yang terjadi ? Sesudah
dia makan sahur dan shalat subuh, kalau langsung tidur, maka makanan cepat
diserap dan disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak. Kemudian jam delapan
baru bangun, maka perasaan jadi tak enak, diri rasa tak sehat. Maka dalam
kesehatan selalu dilarang tidur kalau baru selesai makan.

Yang sebaiknya adalah mengamalkan perintah Tuhan itu, yaitu selesai makan
sahur, dilanjutkan dengan manunaikan shalat sunat Fajar dan Shalat subuh,
dilanjutkan dengan menunaikan shalat sunat Fajar dan Shalat subuh, kemudian
bekerja kalau bisa berolah raga, seperti yang kita lihat pada setiap pagi,
anggota jantung sehat melaksanakan senam, berlari-lari, berjalan pagi,
sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, setiap selesai melaksanakan shalat
subuh selalu beliau berjalan atau berlari-lari kecil. Sewaktu berolah raga,
lemak-lemak yang ditubuh dibakar, pembakaran yang dihasilkan oleh pemecahan
lemak ini, menghasilkan kalori yang tinggi. Maka untuk bekerja siang itu
dengan menggunakan energi yang dihasilkan sewaktu bersenam pagi. Maka tubuh
terasa segar, kemampuan kerja jadi lebih tinggi, kita bekerja secara
effektif dan effisien. Badan tidak mudah letih dan bisa bekerja sampai sore
tanpa terlihat keletihan, kelesuan atau mengantuk.

Agaknya inilah yang dianjurkan oleh Allah agar sesudah menunaikan shalat,
untuk bertebaran dimuka bumi, berolah raga, beramal, bekerja dan berusaha.
Sehingga bisa melahirkan manusia yang sehat jasmani dan rohani, selalu
mendekatkan diri pada Allah menjadi orang yang bertakwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: