Kumpulan Games Mentoring 2

Berikut ini adalah beberapa games dan bentuk-bentuk kegiatan dinamika kelompok yang dapat meningkatkan kreatifitas, daya pikir, kebersamaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Games ini bisa diaplikasikan pada kegiatan mentoring, out bonds, training motivasi dan mengisi waktu luang pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

 

  1. 1.      Mencari Pembunguh

Waktu   :   15-30 menit

Bahan   :   Setiap peserta mendapat secarik kertas yang dilipat. Dua kertas berisi kata “pembunuh” dan “polisi” sedangkan sisanya kosong.

Ruangan   :    Ruangan yang besar atau di tempat terbuka

  1. 2.      Berita Berantai

Petunjuk
Peserta duduk melingkar dan kertas yang tersedia dibagikan ke masing-masing peserta. Peserta yang mendapat kertas bertuliskan “pembunuh” maka dia bertugas membunuh warga dengan cara mengedip sebelah mata. Peserta yang mendapat kertas bertuliskan “polisi” maka dia bertugas menemukan si pembunuh, dan polisi tak bisa dibunuh. Sedangkan peserta yang mendapat kertas kosong maka ia sebagai warga yang bertugas menemukan di pembunuh dengan terlebih dahulu lapor ke polisi.
Permainan ini berakhir kalau pembunuhnya tertangkap atau kalau si pembunuh telah berberhasil membunuh semua peserta lain.

 

  1. 3.      17 + Pertanyaan

Waktu   :   10-30 menit, selama permainan masih menyenangkan

Tempat :   Di mana saja, asalkan tempatnya cukup besar supaya para peserta dapat duduk dalam bentuk lingkaran atau barisan yang panjang

 

Bahan   :   Pernyataan yang cukup sulit diingat

Contoh :   (a)   Mencintai yang dicintai oleh yang tercinta adalah sebagian mencintai yang tercinta.

 

         (b)   Ada empat kelompok manusia, (1) Dia tidak tahu bahwa dirinya tahu (2) Dia tahu bahwa dirinya tahu (3) Dia tahu bahwa dirinya tidak tahu (4) Dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

 

Petunjuk
Duduklah yang rapat dan berderet panjang atau dalam bentuk lingkaran. Peserta pertama pada barisan atau salah satu peserta dalam lingkaran dibisikkan suatu pernyataan yang telah disiapkan. Kata itu kemudian harus ia bisikkan ke telinga peserta di sebelahnya dengan cepat, dan peserta ini harus pula membisikkan kata yang didengarnya kepada peserta di sampingnya. Kamu boleh juga mencoba dengan sebuah kalimat.
Peserta tidak boleh bertanya kalau dia kurang jelas mendengar isi pernyataan yang dibisikkan oleh tetangganya. Namun, dia harus meneruskan isi pernyataan tersebut kepada peserta yang lain sesuai dengan apa yang didengarkannya saja.

  1. 4.      Silent Quizz

Waktu   :   20-60 menit

Bahan   :   Kertas-kertas kecil, ditulisi istilah/kata-kata yang dapat diperagakan

Tempat   :   Permainan ini dapat dilakukan di depan publik/penonton; atau regu-regu yang ada saling memperagakan dan menerka istilah/kata tertentu

Petunjuk
Kelompok dibagi menjadi beberapa regu kecil. Setiap regu menerima selembar kertas bertuliskan istilah, kemudian memikirkan cara untuk memperagakan istilah tersebut tanpa kata-kata di depan publik. Dalam peragaan tersebut, istilah/kata-kata harus diuraikan menjadi kata atau suku kata, yang diperagakan secara terpisah, sedapat mungkin dalam ruang lingkup yang tidak ada kaitannya dengan keseluruhan istilah. Kesalahan dalam menuliskan istilah tidak menjadi soal, yang penting publik dapat menebak istilah yang dimaksud. Misalnya, taman kanak-kanak, keras hati, karang taruna, nasi putih, tanah air, dan putus asa.

Variasi
Kelompok dibagi menjadi dua regu, kedua regu duduk di dua tempat berjauhan, agar mereka tidak dapat saling mendengar ataupun melihat. Pemimpin permainan duduk di tempat lain sambil memegang kertas dengan istilah, ada 10 istilah yang masing-masing ditulis dua kali. Kemudian seorang peserta dari tiap regu datang mengambil satu kertas, membaca istilah di atasnya, menyobek kertas tersebut, dan memperagakan istilah tersebut dengan pantomim di depan regunya. Setiap kali ada anggota regu berhasil menebak istilah yang dimaksudkan, dia lari ke pemimpin permainan, mengatakan istilah tersebut dan mengambil kertas berikutnya. Demikian seterusnya, regu yang lebih dulu selesai dengan 10 istilahnya, menjadi pemenang. Lebih baik lagi kalau pemimpin permainan dapat mengumpulkan istilah-istilah yang ada hubungannya dengan kelompok atau tema seminar

  1. 5.      Ular-ularan

Waktu   :   10-15 menit

Bahan   :   Potongan kertas (1/4-nya kertas A4)

  1. 6.      Surat-suratan

Tempat   :   Di dalam ruangan

Petunjuk
Peserta diberikan kertas dan membuat ular-ularan sepanjang-panjangnya (bentuknya melingkar-lingkar seperti ular).

Tempat   :   di dalam ruangan

Petunjuk
Hafalan adalah sesuatu yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Hafalan bisa dikembangkan dengan cara mengulang berkali-kali, melihat, membiasakan menghafal tanpa harus melihat ke atau alat-alat modern yang lain dengan tanpa berpikir atau menggunakan pikiran.
Salafus sholeh (orang sholeh terdahulu) sangat perhatian dengan hafalan ini, sehingga sebagian mereka mengatakan: “Barangsiapa menghafalkan matan (teks hadits) maka akan mendapatkan bermacam-macam ilmu, dan berangsiapa yang hanya melihat dengan indera tidak akan mendapatkan apa-apa.”
Pada waktu itu anak-anak kecil belum berumur 10 tahun pun telah hafal Al-Qur’an Al-Karim, bahkan hafal beberapa kitab dan matan-matan hadits. Oleh karena itu, permainan itu tergantung pada hafalan and ingatan.

Cara Bermain
Salah seorang berdiri, kemudian setelah semua peserta mendengarkan dengan seksama, dia memilih sebuah surat dari Al-Qur’an, misal: “Ath-Thuur”, kemudian dia mengatakannya dengan suara yang lantang sehingga terdengar oleh semuanya: “Ath-Thuur” kemudian yang lain yang dia pilih (“At-Taubah misalkan”). Maka dia mengatakan “Ath-Thuur”, “At-Taubah”. Kemudian orang ketiga menyebutkan dua surat tersebut dan surat ketiga yang dia pilih “Al-Kahfi” misalkan. Maka dia mengatakan “Ath-Thuur”, “At-Taubah”, “Al-Kahfi”, …, begitulah seterusnya.
Setiap orang menyebutkan surat-surat sebelumnya kemudian ditambah dengan surat baru yang lain. Dan siapa saja yang tidak bisa mengurutkan atau lupa surat apa maka dia keluar dari permainan. Sampai akhirnya tidak ada yang tersisa melainkan hanya seorang. Maka dialah sang juara, dan diberi gelar Hafidh.

  1. 7.      Kemampuan Untuk Mengingat

Tempat   :   Di dalam ruangan

Petunjuk

Peserta dibagi menjadi dua kelompok, kemudian mentor membaca sebuah kertas yang tercantum 25 nama kota, peperangan, atau nama orang. Setelah selesai membaca, maka setiap kelompok mengingat-ingat dengan menulis sebanyak-banyaknya nama-nama yang disebutkan tadi. Kelompok yang menang adalah yang terbanyak ingatannya.

 

 

  1. 8.      Siapa Saya

Waktu   :   20-40, bergantung pada jumlah peserta

Bahan   :   Kertas kecil sebanyak jumlah peserta. Setiap kertas ditulisi nama seorang tokoh terkenal (baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal). Pita perekat/cello-tape atau peniti.

Petunjuk
Kertas dengan nama tokoh ditempelkan pada punggung tiap peserta; jadi setiap peserta dapat membaca nama-nama tersebut, kecuali nama yang ada di punggungnya. Para peserta bebas berkeliling ruangan, dan harus berusaha untuk menerka nama tokoh yang disandangnya, dan dimajukan pertanyaan-pertanyaan, misalnya: “Apakah saya masih hidup?” “Apakah saya seorang laki-laki?” “Apakah saya lahir di Indonesia?” Setiap kali hanya tiga pertanyaan yang boleh diajukan kepada satu orang, kemudian berpindah kepada peserta lain. Dapat juga sebelumnya disepakati, bahwa pertanyaan yang boleh diajukan hanyalah pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Supaya lebih mudah menerka, sebaiknya kumpulkan dulu sebanyak mungkin informasi, karena hanya ada tiga kesempatan untuk menanyakan langsung nama yang dimaksud.
Mereka yang sudah berhasil mendapatkan namanya, menempelkan kertas namanya di dada dan membantu peserta lain yang belum berhasil menemukan namanya.
Dalam permainan ini, setiap peserta tampil dengan nama tokoh yang disandangnya, dan mereka yang belum saling kenal dapat saling bertanya. Karena itu, permainan ini tepat sekali dilakukan pada saat-saat awal terbentuknya sebuah kelompok. Selain itu, para peserta dapat bergerak bebas. Nama yang dipilih dapat juga nama tokoh yang ada hubungan dengan lembaga atau profesi para peserta. Perlu diperhatikan: tokoh tersebut haruslah tokoh terkenal.

Variasi
Selain menerka nama tokoh, kita dapat juga menerka profesi/pekerjaan seseorang. Untuk itu, pada setiap kertas dituliskan sebuah profesi, misalnya tukang becak, petani, ratu, ibu rumah tangga, pembantu, dan tukang kayu. Tentunya pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan, misalnya “Apakah saya bekerja di luar ruangan?”, “Apakah saya harus berpindah-pindah?”, “Apakah saya harus berhubungan dengan orang banyak?”, dan sebagainya.

 

  1. 9.      Khotib Yang Top

Tempat   :   Di dalam ruangan

Petunjuk
Tersebutlah bahwa Washil bin Atha’ adalah pemimpin orang-orang Mu’tazilah. Mu’tazilah adalah fiqrah sesat pada zaman tabi’in, di awal kurun 2 Hijriyah. Disebut Mu’tazilah karena Wahil bin Atha’ meninggalkan majelis Hasan Bashri ketika terjadi perselisihan pendapat dalam suatu masalah, maka dia bersama pengikutnya disebut Mu’tazilah.
Dia adalah Khotib yang paling fasih, tetapi dia berat lidahnya untuk mengucapkan huruf ra’ dalam pembicaraannya dan khutbahnya sampai-sampai dia berkhotbah dengan panjang lebar tetapi tidak menggunakan huruf ini. Siapa yang bisa melakukan seperti dia?

Cara bermain
Mentor dan siswa bersepakat memilih huruf hijaiyah (dan latin) huruf kaaf (k) misalnya. Kemudian salah seorang siswa berbicara panjang lebar dengan waktu yang ditentukan tanpa menyebutkan huruf itu dalam pembicaraannya. Jika dia lupa, diingatkan dan dia menyesuaikan dengan huruf yang lain, sampai habis waktu yang ditentukan. Kemudian mulai lagi dengan peserta yang lain dengan cara yang sama dan begitu seterusnya. Peserta yang menang adalah yang bisa menghindari huruf ini dalam pembicaraannya, tetapi perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:
·   Pembicaraannya berkesinambungan tidak terputus-putus.
·   Pembicaraannya terangkai (teratur), berhubungan satu sama lain.
·   Pembicaraannya fasih semampunya
·   Mudah dipahami, lebih diutamakan dia berbicara tentang cerita yang dia alami sehingga dia tidak gagap. Atau bisa juga cerita sejarah yang dia hafal dengan baik, dan tahu dan bisa memisah-misahkannya.

 

  1. 10.  Terdapat Dalam Surat Apa Ayat Ini

Tempat   :   Di dalam ruangan

Petunjuk
Mentor atau salah seorang peserta membacakan satu ayat dari Kitabullah Al-Qur’an kemudian meminta peserta yang lain menyebutkan dalam surat apa ayat tersebut. Pertanyaan bisa dihadapkan pada seorang peserta (sendiri) atau bisa juga para peserta dibagi menjadi dua kelompok atau lebih. Kemudian kelompok atau firqah yang dapat menyebutkan atau menjawab dengan benar diberi tanda titik. Tetapi harus diperhatikan, hendaknya jeli benar dalam menyebutkan ayat tersebut.

 

  1. 11.  Mengurutkan Angka

Tempat   :   Di dalam ruangan

Petunjuk
Para peserta bersepakat untuk memilih salah satu angka, misalnya nomor tiga. Dan mereka bersepakat mengatakan “bum” jika datang nomor tiga atau kelipatannya. Kemudian mereka memulai menghitung dengan teratur. Dari awal mengatakan “satu”, kemudian selanjutnya mengatakan “dua”, dan yang ketiga mengatakan “bum”, dan begitu seterusnya. Ketika datang nomor tiga atau salah satu kelipatannya maka peserta mengatakan “bum”.
Dan barang siapa yang lupa dan tidak mengatakan “bum” maka dia keluar dari permainan. Sehingga tidak ada yang tersisa melainkan hanya seorang, dikatakan dia paling pintar dalam berhitung.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: