Berpikir Positif

Bila Anda membebaskan pikiran Anda, Anda tidak mungkin mencapai pengertian ynag sebenarnya. Maka orang-orang yang sukses adalah orang yang membebaskan mindsetnya dari sesuatu yang negatif. Orang sukses tentu selalu menjaga pikiran untuk selaku berpikir positif. Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi seorang dengan yang lebih matang, lebih berani mengadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat. Pikiran postif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan ata kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Pascal pernah mengutarakan kalimat-kalimat bijak, yang kira-kira bunyinya seperti ini:

“Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negative datang dari keraguan; rasa takut yang benar adalah rasa takut yang digabungkan dengan harapan, karna itu lahir dari kepercayaan, serta kita berharap pada Tuhan yang kita yakini; sementara rasa taku yang salah digabungkan degna keputusasaan, karena kita takut pada Tuhan; beberapa orang takut kehilang-Nya, sementara yang lain takut mencarinya.”

Jadi, kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus percaya pada kemampuan kita. Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa membuat kita kuat dan terus bersikap positip. Kita juga seharusnya tak pantas untuk menjadikan ‘membuat alasan’ sebagai kita. Sikap seperti ini tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Sikap seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan membahayakan diri kita sendiri.

Orang-orang yang terus menerus dikelilingi oleh ketakutan tak tahu betapa banyaknya pikiran-pikiran negataif yang mempengaruhi mereka tiap harinya. Mereka membatasi diri merka sendiri denga sugesti bahwa keterbatasan mereka menghalangi mereka untuk sukses, dan mereka juga percaya bahwa diri mereka tak berharga. Mereka tidak berpikir bagaimana mereka bisa gagal.

Saya mempunyai contoh orang gagal yang sangat luar biasa. Siapakah dia? Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut (kasian banget ya..). Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden.  Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. Siapakah dia? Dialah  Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu. Coba dan coba lagi!

 

Abaraham Lincoln adalah salah satu sosok manusia yang terus menerus mencoba untuk bangkit walau pada akhirnya harus gagal, gagal dan gagal. Namun kegagalan tesebut bukanlah penghenti langkah beliau untuk sukses. Beliau merasa terlalu besar, terlalu gagah, terlalu luar biasa untuk berhenti karna gagal. Dan terbukti kegagalan tersebut bisa ia tundukan dengan keberhasilan menjadi presiden Amerika Serikat.

 

Dalam membangun kebiasaan berpikir positif  –  dengan hanya melihat yagn terbaik dalam diri Anda dna orang lain, pervaya bahwa Anda mampu melakukan hal-hal besar – perlu ditekankan bahwa pikiran kita memang suatu hal yang menetukan kesuksesan kita. Apa yang Anda lakukan kemarin menentukan diri Anda hari ini, dan apa yang Anda lakukan hari ini akan menetukan jadi apa Anda besok.

 

Bila Anda mendapati masa lalu Anda yang begitu buruk, malang, tragis, dan sejenisnya . jangan buat Anda terlalu terjebak dengan masa lalu Anda. Ada sebuah ungkapan bijak dari Pak Mario Teguh: “Seburuk, sehina apa pun masa lalu Anda, yakinlah bahwa masa depan Anda itu masih suci. Maja jangan kotori masa depan Anda dengan terperangkan di dalam masa lalu.”

 

Memang untuk berpikir positif merupakan suatu hal yang sulit. Apalagi bila keadaan kita berlawanan dengan apa yang kita anggap nyaman, baik, benar atau sesuai keinginan Anda. Namun, ketika kita membiasakan diri untuk terus berpikir positif, maka kebiasaan tersebut akan menjadi suatu daya tarik bagi Anda. Pikirna baik kita lama kelamaan akan menjadi pikiran besar, sehingga kita akan bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya mustahil.

 

Sadarkah Anda bahwa:  “Mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti berdiri di atas permukaan semen basah. Semakin lama Anda berdiri dalam semen basah, akan semakin sulit Anda untuk membebaskan diri Anda. Dan mempertahankan kebiasaan buruk adalah membiarkan diri terjebak dalam semen basah. Semen basah tersebut akan membentuk cetak diri Anda. Semakin lama-semakin mongering semen tersebut sehingga walaupun Anda sudah berubah posisi, cetakan semen tesebut tidakan berubah dia adalah pengumuman diri Anda sebelumnya. “

 

Hidup ini tidak mulus, selalu saja ada halangan dan rintangan yang selalumenghampirinya, tetapi kita tidak bisa meminta kepada Allah untuk dihindarkandari musibah. Disinilah keindahan Islam, yang harus kita minta adalah agar kita

bisa melalui ujian yang diberikan Allah, supaya kita menjadi umat pilihan, umatyang membuktikan kadar keimanan kita kepada Allah.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belummengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dantidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS At Taubah: 16)

 

Tegarlah

 

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS.Ali ‘Imraan:139)

 

Sungguh malu, saat kita menghadapi kesulitan, kita bersedih dan langsungbersikap lemah. Kita hanya diam, menyerah, dan berbicara mengeluarkanberbagai alasan-alasan mengapa kita menyerah. Kita menyalahkan orang lain,lingkungan, atau kondisi di sekitar kita. Alasan-alasan ini hanyalah buktikelemahan kita, bukti bahwa kita tidak kuat menghadapi berbagai masalah yang muncul. Padahal Allah melarang kita bersikap lemah dan bersedih. Kita harus tetap tegarsekokoh batu karang dan tidak bersedih atas segala kesulitan dan beban yang

menghimpit. Hapuslah air mata, bangunlah dari tidurmu. Bangkitlah, karena kita sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa kita.

Bersikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagikita. Berharap belas kasihan? Tidak dijamin, malah bisa saja kita malahditertawakan oleh orang lain. Kesedihan malah memadamkan api energi dalamtubuh kita untuk bertindak dan berkarya. Bukankah diam ini justru akan membuatmasalah berlarut-larut? Masalah tidak akan selesai hanya dengan ditangisi, kita harus kuat dan bertindak

mengatasi masalah tersebut. Bukannya diam lemah sambil bersedih hati yangjustru akan menambah kesemasan demi kecemasan dalam diri kita. Langkahkita akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya kita malah tidak akan peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah.Bangkitlah kawan, hapus air matamu, dan kuatkan dirimu.

 

Seberat-beratnya beban…

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Iamendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa(dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami,janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhankami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimanaEngkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlahEngkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berima’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami,maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah:286)

 

Kita sering merasa beban yang sedang kita alami adalah sangat berat, bahkanpaling berat diantara beban yang dimiliki oleh orang lain. Orang cendrung sukamenceritakan beban, kesulitan, atau masalahnya kepada orang sambilmeyakinkan orang lain bahwa bebannya yang paling berat. Apa itu membantu?Menceritakan beban kepada orang terdekat atau yang terpercaya mungkin akanmeringankan, tetapi kalau ke banyak orang justru malah tidak baik.Dari pada bercerita ke sana ke mari tentang beban kita, mengapa tidak berceritadan mengadu kepada Allah SWT. Berdoalah:Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang beratsebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhankami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Allah SWT tidak pernah memberi beban yang melebihi kemampuan kita. Inimenurut Al Quran. Jadi bagaimana pun besarnya beban, kesulitan, dan masalahyang kita hadapi, yakinlah bahwa kita akan mampu melewatinya danmengatasinya.

 

Melatih Pikiran Positif

 

Anda tidak akan memiliki positif bila Anda tidak cukup memiliki keinginan kuat untuk memilikinya. Maka langkah pertama yang harus Anda miliki adalah keinginan kuat untuk berpikir positif.

 

Setelah itu  sugesti kepada diri Anda. Tanamkan kalimat-kalimat postif kepada diri Anda.

. •  Ambil posisi yang nyaman bagi tubuh anda

•  Rilekskan tubuh anda…Boleh dengan bernafas secara perlahan..Atau apapun caranya terserah anda…..yang penting anda dapat rileks…

•  Duduklah di atas sebuah kursi

•  Pastikan punggung anda sejajar dengan bahu. Atau posisi seperti anda sedang mengendarain sepeda motor atau mobil. Telapak tangan di atas paha. (tidak boleh membungkuk)

•  Fokuskan pandangan mata anda ke depan dan lurus ke sebuahdinding atau tembok.

•  Pusatkan perhatian anda pada sebuah titik Terus fokuskan, sampai anda menjadi rileks dan nyaman.

•  Bila sudah rileks, tanamkan sugesti-sugesti postif pada diri Anda seperti: “Saya Pemberani”, “Saya luar biasa” , “Saya tangguh”. Pertama ingat jangan memberikan sebuah afirmasi seperti: “Saya tidak takut, “Saya bukan orang lemah”, “Saya tidak gagal”. Karna afirmasi tersebut mengandung unsur-unsur negatif seperti gagal-lemah dan takut.  Bukan hal positif yang akan dalam benak Anda, namun hal negative tersebut sekalipun Anda mengintruksikan katak “tidak”.

Sama halnya jika saya memerintahkan Anda untuk jangan membayangkan “gajah”, INGAT, JANGAN MEMBAYANGKAN  GAJAH!”.  Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda bisa untuk tidak membayangkan gajah pada diri Anda. Hal yang sama pun berlaku pada saat anda mengintruksikan diri Anda.

 

Kedua, Anda juga jangan mengintruksikan diri Anda seperti: “Saya akan jujur”, “Saya akan jadi manajer baik”, “Saya akan …..:”. Mengapa, karna dalam sugesti tersebut sifatnya kurang kuat dalam memberikan kekuatan  pikiran Anda dalam mengimajimanisikan dan memvisualisasikan. Katakan saja! “Saya jujur”, “Saya manajer baik”, “Saya orang kaya”. Karna dengan berpikir seperti itu akan memeunculkan sikap seperti apa yang Anda harapkan. Dengan berpikir Anda adalah serang manajer baik, maka sikap Anda akan mencerminkan seorang manajer yang baik.

 

Akhir kata, teruslah berpikir positif, dan jangan pernah sekali-kali Anda berhenti. Sekali Anda berhenti maka Anda harus menginstal ulang diri Anda lagi dari awal. Anda tentu ingat bahwa setelah Anda berpuasa sebulan penuh kemudian Anda kembali pada kebiasaan Anda sebelum bulan Ramadhan seperti makan dan minum berlebihan. Maka tutuh Anda akan menolaknya karna sudah ada mekanisme pembiasaan pada tubuh Anda seperti pada waktu bulan Ramadhan.

 

 

 

 

Sanusi Ahmad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: