Kumpulan Games Mentoring

Berikut ini adalah beberapa games dan bentuk-bentuk kegiatan dinamika kelompok yang dapat meningkatkan kreatifitas, daya pikir, kebersamaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Games ini bisa diaplikasikan pada kegiatan mentoring, out bonds, training motivasi dan mengisi waktu luang pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

 

  1.       1.            “Abdul Nama Saya, Ini Buku”

Tujuan   :   Menghafal nama masing-masing mad’u

Waktu   :   10-20 menit

Bahan   :   Sesuatu yang tersedia, misalnya buku

Petunjuk
Semua mad’u duduk dalam bentuk lingkaran. Satu mad’u memegang buku dan memberikannya pada teman di sebelahnya sambil mengucapkan kalimat: “Nama saya Abdul, buku ini saya berikan kepadamu!” Mad’u yang kedua menerima buku itu, lalu berkata: “Buku ini saya terima dari Abdul. Nama saya Ahmad dan buku ini saya berikan kepadamu!” kepada teman di sebelahnya, lalu dilanjutkan ke teman di sebelah dan di sebelahnya lagi, dan seterusnya. Setiap mad’u harus mengulang nama peserta yang sudah memegang buku sebelumnya, misalnya: “Buku ini saya terima dari Udin, dan Udin menerimanya dari Ahmad, Ahmad menerimanya dari Abdul. Nama saya Roni dan buku ini saya berikan kepadamu!” Kalau kelompok terdiri dari lebih dari 10 orang, sebaiknya permainan ini diulang sampai setiap orang hafal nama semua teman dalam kelompok. Ada baiknya kalau tempat-tempat duduk ditukar dulu sebelum permainan diulang.

  1.       2.            Saya Ingin Masuk

Tujuan
Mempersatukan para mad`u dalam kelompok. Dalam setiap kelompok kadang-kadang ada anggota yang terasing, tidak menganggap dirinya bagian dari kelompoknya. Akibatnya, solidaritas dalam kelompok kurang utuh. Fasilitator/ pembimbing harus mempersatukan semua anggota kelompok. Percobaan ini dapat membantu fasilitator/pembimbing untuk melakukan tugas tersebut. Dasar dari permainan ini berupa keyakinan bahwa anggota kelompok yang merasa terasing dari kelompoknya tidak dapat masuk ke dalam kelompok hanya dengan cara membahas masalahnya ataupun dengan dikasihani saja. Dia harus berusaha sendiri untuk masuk.

Waktu   :   10-20 menit

Ruangan
Untuk percobaan ini memerlukan ruang yang beralaskan karpet (idealnya) supaya mad`u tidak merasa sakit pada waktu jatuh. Meja kursi harus disingkirkan jauh-jauh dan mad`u sebagian dapat menjadi “tembok hidup” yang melindungi para pemain.

Petunjuk
“Saya ingin kalian berdiam diri sejenak dan bertanya pada diri sendiri, apakah kalian merasa jadi bagian dalam kelompok ini atau kalian merasa terasing dalam kelompok ini. Bersikaplah jujur untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kalau di antara kalian ada yang merasa terasing dari kelompok ini dan berani mengakuinya, saya minta maju ke depan, dan berdiri di samping ruangan. Saya ingin menyarankan suatu percobaan kepada orang itu, untuk lebih membaurkan diri di dalam kelompok. Misalnya ada lebih dari satu anggota kelompok yang merasa asing maka permainan dapat diulangi dengan cara yang sama.
Anggota kelompok yang lain membentuk lingkaran dengan cara bergandengan tangan di siku. Berpeganglah erat-erat satu sama lain, jangan biarkan ada orang masuk lingkaran. Anggota yang merasa dirinya terasing berada di luar lingkaran, berdiri, dan mengamati lingkaran, di mana kira-kira bagian yang dapat diterobos. Ia harus berusaha sekuat tenaganya untuk masuk ke dalam lingkaran tanpa melompat ataupun menerobos lewat bawah gandengan tangan teman-temannya. Ia harus dapat memisahkan gandengan tangan dan masuk lingkaran. Boleh menarik tangan teman, boleh mendorong, tetapi tidak boleh memukul dan memakai kekerasan. Jangan cepat menyerah, cari akal dengan cara apapun supaya dapat masuk. Teman kita yang merasa terasing sekarang dapat memilih sendiri teman-teman untuk membentuk lingkaran (8-10 orang). Jadi dia sendirilah yang menentukan “lawan-lawannya”. Yang lain berdiri di pinggir sebagai “tembok hidup” untuk melindungi yang sedang main. Kalian mendapat waktu 15 menit untuk permainan. Sekarang mulai!”

  1.       3.            Siapa Yang Mempunyai Sifat Seperti Itu

Tujuan
Membantu para peserta untuk mengenali peserta lain dengan baik, sekaligus juga meneliti sifat-sifat diri mereka. Permainan ini secara keseluruhan dapat membantu suatu kelompok untuk menciptakan suasana yang spontan dan terbuka.

Waktu   :   45-60 menit

Bahan   :   Setiap peserta memerlukan 1 lembar kertas dan 1 pensil

Petunjuk
“Permainan ini memberi kalian kesempatan untuk saling berkenalan lebih baik. Di samping itu, kalian dapat mencoba menggunakan indera keenam dan daya tangkap kalian.
Permainan ini berjalan sebagai berikut. Kalian mendapat satu lembar kertas dan satu pensil masing-masing. Setelah berpikir sebentar, pilihlah tiga kata sifat yang cocok untuk menggambarkan watak/kepribadian diri kalian.
Tuliskanlah ketiga kata sifat itu di atas kertas tanpa diberi nama penulisnya. Setelah itu kertas dilipat dua kali dan dilemparkan ke lantai di tengah lingkaran para peserta. Jangan lupa kata-kata yang telah kalian tuliskan di kertas itu…
Sekarang ambillah masing-masing salah satu lipatan kertas dari tumpukan dan membukanya. Setelah itu, bacalah isilah satu persatu dan terka dari siapa gerangan kertas itu. Yang lain juga boleh ikut membantu dengan turut mengutarakan dugaan mereka. Yang penting dugaan kalian beralasan.
Semua itu dugaan dan kira-kira saja. Namun, kalian tentu juga mempunyai pegangan/petunjuk yang menguatkan pendapat kalian, misalnya sikap dan penampilan orang yang bersangkutan. Tentunya kalian mempunyai indera keenam sendiri.
Penulis kertas yang sedang menjadi pusat pembicaraan di kelompok, sebaiknya jangan dulu mengaku supaya dia dapat dengan bebas mendengarkan pendapat orang lain. Agar dia tidak ketahuan oleh yang lain sebagai penulis kertas itu, maka sebaiknya ia jangan berdiam diri, melainkan ikut juga dalam pembicaraan dengan peserta-peserta lainnya.
Dari pembicaraan dan pendapat peserta-peserta yang lain, si penulis dapat mengambil kesimpulan, bagaimana penilaian orang lain terhadap dirinya berdasarkan kesan-kesan yang dibuatnya.
Hal penting yang harus diperhatikan sebagai berikut. Penulis kertas itu sendiri yang menentukan apakah dan kapan dia akan mengakui diri atau tidak… Apakah ada hal-hal yang belum jelas? Siapa yang akan memulai?”


 

  1.       4.            Menyusun Gambar

Tujuan
Mengajak peserta untuk berlatih kerja sama dengan baik. Mereka belajar bahwa kerja sama dapat dilaksanakan jika mereka memperhatikan pekerjaan teman-temannya. Hasil kelompok bergantung pada setiap anggotanya.

Waktu   :   ±60 menit, termasuk evaluasi

Bahan
Setiap peserta disediakan satu gambar yang digunting menjadi 20 bagian. Gambar-gambar itu dapat diambil dari majalah atau kalender bekas dan ditempel pada karton supaya tidak cepat rusak.

Petunjuk
“Kerja sama sangat diperlukan dalam setiap kegiatan pengembangan masyarakat. Hanya jika semua pihak bersedia untuk bekerja sama, barulah hasil yang terbaik dapat tercapai. Sama halnya kelompok kita di sini. Apa yang harus diperhatikan supaya kerja sama baik dan berhasil? Dari percobaan berikut ini kita dapat belajar banyak tentang hal itu.
Sekarang saya minta kelompok besar dibagi menjadi kelompok kecil, yang masing-masing beranggotakan 5-6 orang. Salah seorang dari tiap kelompok akan menjadi pengamat (sebaiknya ditentukan oleh masing-masing kelompok kecil). Tugas untuk setiap kelompok kecil adalah sebagai berikut.
Pada tiap kelompok kecil, peserta masing-masing (kecuali pengamat) mendapat satu gambar yang telah digunting menjadi 20 bagian. Potongan gambar masing-masing peserta harus diletakkan di tengah meja, lalu dicampur dengan potongan-potongan gambar peserta lain.
Tugas kalian, mengatur kembali potongan-potongan gambar kalian menjadi satu gambar utuh. Perhatikanlah peraturan-peraturan berikut ini.
a.   Jika kalian kebetulan mendapatkan potongan gambar yang tidak diperlukan, kalian harus segera mengembalikan ke tengah meja supaya peserta lain dapat mengambil, jika cocok dengan gambarnya.
b.   Kalian hanya boleh mengambil potongan gambar dari tengah meja, tidak boleh mengambil atau meminta dari peserta lain.
c.   Kalian juga tidak boleh berbicara, berkomunikasi dengan isyarat, atau campur tangan dengan pekerjaan peserta lain.
Tugas kalian dianggap selesai, jika sudah terbentuk satu gambar yang utuh di depan masing-masing peserta.
Tugas pengamat dalam setiap kelompok kecil, yakni mengamati dan mencatat apa yang terjadi dalam kelompok selama permainan berlangsung dengan berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
a.   Adakah anggota kelompok yang melanggar peraturan? Peraturan mana yang dilanggar? Menurut Saudara kenapa peraturan itu dilanggar?
b.   Adakah anggota yang menumpuk banyak potongan gambar dan tidak mau mengembalikannya ke tengah?
c.   Anggota manakah yang memperhatikan/tidak memperhatikan pekerjaan anggota lain?
Hasil pengamatan itu akan menjadi pembahasan kita, setelah permainan selesai. Bukan sebagai suatu serangan pribadi, melainkan suatu kesempatan belajar.
Pertanyaan untuk pengamat dan peraturan untuk pemain sebaiknya dicatat di papan tulis atau di satu lembar kertas yang diberikan kepada masing-masing pengamat/kelompok kecil.
Bila sudah jelas bagi semua peserta, permainan dapat dimulai. Selama permainan berlangsung, pembimbing/fasilitator ikut mengamati kelompok-kelompok agar dapat mengumpulkan bahan pembahasan.
Bila ada waktu, ulangi percobaan ini dengan syarat, anggota kelompok kecil boleh berkomunikasi dan mereka boleh saling membantu. Dengan demikian, akan tampak jelas bahwa komunikasi itu sangat perlu untuk sebuah kerja sama.

  1.       5.            Sarang Korek Api

Tujuan
Mengajak peserta untuk belajar bekerja sama dan mengerti perasaan orang lain. Tugas untuk kelompok sangat sederhana. Oleh karena itu, para peserta dapat memusatkan perhatian pada prosesnya.

Waktu   :   15-20 menit

Bahan   :   Satu kotak korek api penuh bagi tiap peserta dan satu botol kosong untuk tiap kelompok kecil

Petunjuk
Kelompok besar dibagi menjadi kelompok kecil dengan 5 anggota. Setiap kelompok kecil mendapat satu botol kosong dan setiap peserta mendapat satu kotak korek api. Secara bergantian peserta menaruh satu korek api di atas leher botol tadi untuk menciptakan satu sarang burung. Peserta tidak boleh berbicara. Mereka harus saling menolong, misalnya dengan menunjukkan di mana satu korek api lagi dapat diletakkan. Kalau ada korek api yang jatuh harus ditaruh kembali sampai sarang burung selesai dibuat.
Variasi   :    Setiap kelompok kecil membuat suatu gambar dengan menggunakan semua korek api

  1.       6.            Dialog Bergambar

Tujuan
Membantu proses pengembangan kerja sama di antara peserta. Permainan ini dilakukan untuk dua orang yang ingin tahu sejauh mana kemungkinan mereka dapat bekerja sama. “Dialog Bergambar” ini sangat berguna bagi anggota kelompok kerja ketika satu sama lain ingin membicarakan tentang gangguan pekerjaannya. Namun, permainan ini juga menarik untuk orang yang dalam kehidupan sehari-hari tidak bekerja sama.

Bahan   :   Kertas gambar ukuran 50 x 50 cm dan beraneka krayon atau pensil warna

Petunjuk
“Di sini kalian dapat menguji seberapa baik kalian dapat bekerja sama dengan peserta lain. Ambillah krayon dan pilihlah dengan diam, tanpa berbicara, warna yang kalian sukai, yang berkesan bagi kalian.
Sekarang pilihlah satu partner yang memegang krayon dengan warna yang berbeda. Kemudian setiap pasangan mengambil satu lembar kertas putih, lalu carilah tempat dalam ruangan ini dan duduklah.
Letakkan kertas gambar di antara kalian berdua dan peganglah krayon dengan tangan kalian yang tidak biasa dipergunakan untuk menulis. Sekarang mulailah dengan tenang, tanpa berbicara, menggambar bersama-sama di atas kertas. Jangan bagi kertasnya dan jangan membuat gambar yang terpisah. Janganlah merencanakan, membicarakan, atau memutuskan mengenai apa yang akan kalian gambar. Konsentrasikan pikiran kalian serta perasaan kalian terhadap proses menggambar yang dilakukan dengan bersama-sama. Biarkanlah kesadaran dan perasaan kalian mengalir dalam proses penggambaran. Kalian dapat menggambar berganti-ganti atau bersamaan. Kalian juga kadang-kadang dapat membimbing tangan partner agar menggambar dengan warnanya, kalau ia setuju.
Kalian mempunyai waktu 15 menit untuk menggambar bersama partner kalian satu gambar dengan diam…
Sesudah selesai, ceritakanlah apa yang kalian alami dalam kerja sama ini, ungkapkanlah pikiran dan perasaan kalian yang terjadi dalam kerja sama kalian. Apakah yang diungkapkan oleh proses menggambar bersama itu mengenai hubungan kalian? Pertanyaan-pertanyaan yang berikut ini akan membantu kalian. Untuk itu ada waktu 10 menit”…
Selanjutnya berikan kesempatan kepada setiap pasangan untuk menunjukkan gambar kepada kelompok besar sehingga peserta lain dapat mengemukakan dugaan siapa dari keduanya yang telah membuat gambar dengan warna yang sama (disertai alasan). Setelah 2-3 menit, para pelukis dapat memberitahukan identitasnya dan memberi reaksi atas komentar kelompok. Jika perlu, memberitahu tentang proses kerja samanya. Dengan cara ini, pasangan memperkenalkan gambar mereka kepada yang lain.

  1.       7.            Membangun Piramid

Tujuan
Mengajak peserta agar dapat mengadakan percobaan untuk bekerja sama secara sederhana. Dalam permainan ini, setiap peserta harus bergerak. Oleh karena itu, kelompok yang capai dan letih dapat diaktifkan kembali.

Waktu   :   10 menit, ditambah waktu untuk evaluasi

Petunjuk
“Sesudah kalian duduk begitu lama, marilah kita bergerak lagi. Berdirilah dengan tenang dan santai dengan menutup mata. Apa yang kalian rasakan sekarang? (20 detik).
Saya akan memberikan instruksi: Bayangkan kalian harus membayar uang sewa ruangan ini Rp 100.000,00 per meter persegi untuk satu jam. Oleh sebab itu, kalian harus mencoba untuk menempati ruang sekecil-kecilnya di sini supaya uang sewa sesedikit mungkin. Biarkan mata kalian tetap tertutup dan pikirkan bagaimana kalian dapat menempati ruang ini bersama kelompok kalian supaya ruang yang diperlukan sekecil mungkin.
Kalian tidak boleh memakai alat apapun, hanya kalian sendiri beserta seluruh anggota kelompok (20 detik). Sekarang buka mata kalian dan tanpa berbicara mencoba menempatkan kelompok kalian dalam ruang sekecil-kecilnya. Bagaimana caranya? Kalau kalian ingin menjelaskan gagasan-gagasan dan usul-usul kalian pada peserta lain, jangan menggunakan kata-kata, pakailah isyarat dan bahasa tubuh saja.”

  1.       8.            Kapal Karam

Tujuan
Membuat peserta seolah-olah berada dalam suatu keadaan yang sangat darurat, dan belajar untuk saling menolong.

Waktu   :   ±10 menit, ditambah waktu untuk evaluasi

Bahan
   :   Beberapa lembar koran berbentuk segi empat yang direkatkan satu sama lain dengan selotip/plester perekat

Petunjuk

Seluruh peserta atau “penumpang kapal” berdiri berdesakan di atas geladak kapal yang hampir tenggelam (dari potongan-potongan koran). Perlahan-lahan kapal tenggelam sehingga tempat berdiri semakin sempit. Fasilitator/pembimbing menceritakan proses tenggelamnya kapal supaya peserta dapat sungguh-sungguh membayangkan berada di atas kapal itu dan memperkecil tempat berdiri dengan merobek lembaran-lembaran koran satu persatu. Tempat berdiri terus-menerus dipersempit. Para peserta harus saling menahan dan menolong. Permainan berakhir, jika keadaan tidak memungkinkan lagi bagi kelompok untuk berdiri, atau kapal sudah karam.
Variasi    :   Untuk memudahkan, permainan dapat diiringi musik, peserta bergerak mengikuti irama setiap kali potongan koran dicabut.

  1.       9.            Bermain Balok

Tujuan
Mengajak para peserta belajar bekerja sama dalam kelompok. Dalam permainan ini, peserta belajar untuk memutuskan saat yang tepat untuk bertindak dalam suatu kegiatan berkelompok.

Waktu
   :   Antara 10-20 menit, tergantung besar kelompok. Ditambah waktu untuk evaluasi.

Bahan   :   Potongan-potongan balok dengan berbagai bentuk (seperti yang dipakai untuk mainan anak-anak)

Petunjuk
Kelompok duduk dalam bentuk lingkaran, sebaiknya di lantai. Masing-masing peserta mendapat potongan-potongan balok ini, kita akan mendirikan sebuah bangunan di tengah lingkaran. Setiap kali hanya satu orang yang boleh berdiri dan meletakkannya satu potongan balok, diletakkan berjejer atau bertumpuk. Jika orang yang satu sudah duduk kembali, baru yang lain boleh berdiri dan melakukan hal yang sama. Permainan berakhir jika semua potongan sudah terpakai. Perlu diperhatikan: Selama permainan, tidak ada yang berbicara!”

Sumber: Games for Islamic Mentoring penerbit PT. Syaamil Cipta Media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: